Laman

Tampilkan postingan dengan label Kelompok Lilin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelompok Lilin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Perusahaan Gitar Terbesar di DUNIA

di posting oleh Rila Septia Pratama Putri
haiii para blogger, aku mau kasih tau sesuatu nih tentang salah satu hal yg mengejutkan dan buat aku sendiripun terpana langsung jatuh cinta. Yuk silakan dibaca.........
Gibson2
Gibson Guitar Corp. adalah perusahaan gitar Amerika yang berdiri di tahun 1902 sebagai  ”The Gibson Mandolin-Guitar Mfg. Co., Ltd.” di Kalamazoo, Michigan dan awalnya memproduksi mandolin beserta keluarganya. Dalam perkembangannya Gibson menjadi produser alat musik terbesar di Amerika dan beberapa produknya menjadi favorit banyak musisi dunia. Berikut bagian kedua sejarah 

Pada tahun 1946 Gibson menyempurnakan pickup single-coil P-90 dan memimpin industri gitar elektrik di Amerika dengan diluncurkannya model ES-5 (gitar pertama dengan 3 pickup) dan ES-175 di tahun 1949, diikuti oleh L-5CES dan SUPER 400CES di tahun 1951. CES adalah singkatan dari Cutaway Electric Spanish. Istilah Spanish digunakan untuk menerangkan jenis gitar yang mempunyai 6 string dan bentuknya mirip seperti gitar yang kita kenal sekarang ini, dan membedakannya dengan jenis alat musik petik lain seperti mandolin, ukulele, dan lain-lain.
Gitar Gibson yang paling sukses sepanjang masa: Gibson Les Paul Model diperkenalkan pada tahun 1952. Gitar solidbodypertama yang dikeluarkan oleh Gibson dirancang dan dikembangkan oleh Les Paul, gitaris dan penyanyi yang sangat terkenal di era itu. Les Paul Model kemudian menjadi ikon Gibson dan rock and roll.
Presiden direktur Gibson Ted McCarty, seorang insinyur yang tidak bisa bermain gitar, menemukan bridge dengan saddle yang terpisah dan dapat diatur, yang diberi nama Tune-O-Matic. Bridge tersebut dipasang di Les Paul Custom tahun 1954 dan sekarang menjadi bridge standar untuk gitar elektrik Gibson (baca artikel Bedah Gitar: Electric Guitar Bridge).
Seakan tidak pernah berhenti berinovasi, Insinyur Seth Lovermenyempurnakan pickup humbucking pada tahun 1957 dan mulai dipasang di gitar-gitar Gibson seri tinggi. Inovasi tersebut kemudian menjadi suatu standar industri baru (baca artikel Bedah Gitar: Guitar Pickups).
Di tahun itu juga Gibson membeli salah satu saingannya yang sedang terpuruk, pabrikan gitar Epiphone. Induk perusahaan Gibson, CMI (Chicago Musical Instrument) melihat adanya sebuah kesempatan untuk memperluas jalur pemasaran Gibson dengan memanfaatkan jalur yang sudah dibangun oleh Epiphone. Seri gitar baru Epiphone karya Gibson diluncurkan tahun 1958. Pada tahun 1970, produksi Epiphone dipindahkan ke luar Amerika, membuat Gibson mempunyai produk dengan harga yang lebih murah.
Pada pameran alat musik terbesar Amerika NAMM 1958, tiga model “modern” hasil desain Ted McCarty: Explorer, Flying Vdan Moderne, ternyata tidak mendapatkan sambutan pasar yang baik. Walaupun demikian, sekarang model-model tersebut termasuk produk Gibson yang sangat laris.  Tahun itu juga McCarty mendesain ES-335 yang mengkombinasikan konstruksi solidbody dengan tampilan tradisional hollowbody. Desain semi-hollow tersebut kemudian menjadi salah satu konsep yang sangat sukses di era gitar elektrik (baca artikel Bedah Gitar: Body).
Sejarah baru dicatat Gibson pada tahun 1965. Produksi mencapai rekor baru ketika mereka berhasil memasarkan 100.000 unit Gibson produksi Amerika dan produk Epiphone dalan waktu setahun.
ECL, perusahaan Ecuador yang bergerak di bidang produksi semen dan bir, mengambil alih induk perusahaan CMI berikut anak-anak perusahaannya pada tahun 1969. Gibson kemudian berada dibawah induk baru yang diberi nama Norlin.
Gibson meresmikan pabrik baru mereka di Nashville dan memindahkan sebagian produksi dari pabrik Kalamazoo. Di tahun 1984, setelah 65 tahun menjadi rumah Gibson, Pabrik dengan alamat Jalan Parsons No 225 Kalamazoo ditutup dan markas dipindahkan ke Nashville.
Norlin mengalami kesulitan dan menghadapi kemunduran dengan cepat sepanjang tahun 1978-1982. Walaupun demikian, Gibson tidak berhenti untuk melakukan inovasi-inovasi kreatif. Di masa itu muncul permintaan yang besar terhadap gitar serivintage. Gibson memperkenalkan re-issue F-SL tahun 1978, kemudian Les Paul Heritage tahun 1980, lalu Heritage Korinastahun 1982 dan Banjo Earl Scruggs Granada-style tahun 1984. Model baru juga dikeluarkan seperti B.B. King Model (1980) danChet Atkins solidbody acoustic tahun 1982.
Setelah mengalami kesulitan keuangan yang cukup parah, Gibson dibeli oleh pemiliknya sekarang Henry Juszkiewicz danDavid Berryman pada Januari 1986. Kedua pengusaha ini dengan cepat memulihkan Gibson yang kemudian bernamaGibson Guitar Corp.. Pabrikan Flatiron Mandolin Company, di kota Bozeman, Montana diakuisisi di tahun 1987. Sebuah pabrik baru didirikan di Bozeman untuk memproduksi gitar akustik pada tahun 1989. Era pemilik baru ini merupakan masa emasnya Gibson yang berhasil menaikkan angka produksi dan penjualan. Beberapa pabrikan instrumen musik lain dibeli dan menjadi anak perusahaan, seperti  pabrikan bass Steinbergerdan Tobias, Slingerland drums, Kramer guitars dan OMI (pembuat Dobro resonator guitars).
Peringatan seratus tahun Gibson gitar sejak Orville Gibson menciptakan mandolin pertamanya pada tahun 1994 menandai betapa kokohnya perusahaan ini menguasai pasar alat musik dunia berkat kombinasi tradisi dan inovasinya. Meningkatnya permintaan akan gitar vintage membuat penjualan replika Les Paul flametop edisi ’59 dan ’60 meningkat. Di tahun itu juga model baru, Nighthawk memenangkan Most Innovative Guitar award di NAMM show edisi musim dingin untuk desainer J.T. Riboloff.
Salah satu pabrikan piano top dunia, Baldwin Piano & Organ Company diambil alih pada tahun 2001.
Ulang tahun ke-50 Les Paul Model diperingati pada tahun 2002 dengan memperkenalkan gitar digital pertama dunia yang menggunakan MaGIC transport Protocol yang dikembangkan oleh Gibson Labs. Gibson Digital Guitar menampilkan langkah maju teknologi gitar sejak penemuan gitar listrik 70 tahun sebelumnya. Gitar ini memperoleh penghargaan the Coolest Inventions of 2003 oleh majalah Time .
Gibson membuka pabrik sendiri di China yang ditujukan untuk memproduksi gitar Epiphone pada tahun 2003, setelah sebelumnya memakai jasa pabrikan lokal secara OEM untuk mencetak produk-produknya. Di tahun itu juga yayasan amalGibson Foundation didirikan, dan Gibson Europe sebagai pusat penjualan dan pemasaran di Eropa dibuka.
Pada tahun 2005 Gibson membeli perusahaan Deutsche Wurlitzer yang memproduksi Jukebox dan Vending Electronics. Gibson mendirikan Gibson Audio Division yang mengeluarkan Wurlitzer Digital Jukebox, yang disebut sebagaihome music system paling komprehensif di dunia, yang diperkenalkan pertama kali pada pameran Consumer Electronics Show dan memenangkan the CES Innovations Award. The Digital Ready Guitar yang berbasiskan model Les Paul, diperkenalkan dengan kemudahan bisa mengupgrade ke digital.
Badai Katrina dan Rita memporak-porandakan daerah Gulf Coast Amerika pada tahun 2005. Gibson ikut mendirikan Music Raising, sebuah organisasi yang bertujuan me-restorasi sejarah dan warisan musik di daerah Gulf Coast. Organisasi ini menyumbang ribuan alat musik untuk musisi profesional yang menjadi korban dan membantu mereka agar bisa kembali bekerja untuk menafkahi hidup. Dan, ribuan alat musik ikut disumbangkan untuk sekolah-sekolah dan gereja. Tahun itu Gibson mendapat penghargaan HALO Award untuk Cause Marketing
Penghargaan Billboard Humanitarian Award diperoleh pada tahun 2006. Tahun itu Gibson meluncurkan HD.6X Pro, digital kontroler  yang paling canggih saat itu. Tahun 2007 Gibson memperkenalkan gitar pertama dengan teknologi robot, the Gibson Robot Guitar. Gitar yang diproduksi terbatas ini habis terjual dalam waktu dua hari. Gibson memperoleh PRISM PR Award. Setahun kemudian Gibson kembali memperlihatkan kehebatannya dengan memperkenalkan Gibson Dark Fire,sebuah gitar dengan teknologi yang sangat canggih dan bisa men-tuning sendiri, dan menjadi salah satu gitar yang paling didamba-dambakan.
Gitaris legendaris, Les Paul meninggal tahun 2009 pada usia 94 tahun. Gibson mengeluarkan komitmen untuk menjaga warisan Les Paul untuk selama-lamanya. Salah satu seri gitar robot,Dusk Tiger diperkenalkan pada 7 Desember tahun itu dan diproduksi hanya 1000 unit.
Les Paul tahun 70-an
Les Paul

DIVISI DAN ANAK PERUSAHAAN GIBSON

1.  Akustik
  • Gibson Acoustic
  • Gibson Original (Mandolin dan Banjo)
  • Dobro (resonator)
  • Epiphone
  • Garrison Guitars
2. Elektrik
  • Gibson USA (Les Paul, Flying V, SG, Firebird, Explorer, Thunderbird, Midtown Standard Bass, Nighthawk, LPX, EB, N-255,  Midtown Kalamazoo)
  • Gibson Memphis (ES-335, ES-339, ES-330, ES-175, ES-295, ES-195, Lucille, ES-137, ES-359, ES-390)
  • Gibson Custom
  • Epiphone (Les Paul, Flying V, SG, Wildkat, Sheraton, ES-339, Casino, Dot, Thunderbird, Explorer, Riviera, Toby, Emperor, Viola, Ultra, G-400, EB, G-310, Rumblekat, Nighthawk, dll)
  • Kramer
  • Valley Art
  • Maestro
  • Steinberger
  • Tobias Bass (dipasarkan dengan merk Epiphone Toby, Michael Tobias mendirikan pabrikan bass sendiri dengan nama MTD/Michael Tobias Design yang tidak punya hubungan dengan Gibson)
3. Piano
  • Baldwin (dengan merk Baldwin, Chickering, Wurlitzer, Hamilton, dan Howard )
4. Pro Audio
  • Onkyo
  • Stanton (instrumen DJ)
  • KRK System (speaker)
  • Cerwin-Vega (speaker)
  • Teac (saham mayoritas)
  • Tascam (bagian dari TEAC)
  • Electar (amps)
5. Jukebox and Vending Machine
  • Wurlitzer
nah itulah hal yang menurut aku sangat mengejutkan. semoga kalian yang membaca termotivasi yaa kawan :)


Sumber :http://acehmusician.org/sejarah-gibson-guitar-corp-bagian-kedua/

Selasa, 20 Januari 2015

barang bekas dapat membuat orang sukses

di posting oleh Hasyyati , 

haiiii saya mau kasih tau nih tentang seseorang yg sukses dengan barang bekas

Jakarta - Berawal dari kepeduliannya terhadap kebersihan di Jakarta, Bob Novandy menyulap botol-botol bekas menjadi barang unik dan menarik bernilai tambah seperti lampion indah.

Sejak 17 Agustus 2003, pria ini terus menggeluti bisnis dari daur ulang botol bekas ini. Tak tanggung-tanggung hasil dari olahan botol bekasnya bisa sampai pasar Hong Kong.

"Ini semua daur ulang botol bekas. Sudah 10 tahun dari 17 Agustus 2003. Baru sampai Hong Kong ini," kata Bob saat ditemuidetikFinance, di acara Pekan Produk Kreatif Daerah 2013 Provinsi DKI Jakarta, di Silang Monas, Jakarta, Minggu (16/6/2013).

Bob mengerjakan produk kreatifnya di bengkel kerjanya di Jalan Jeruk Manis VI, No 59, Rt 1/10 Pejuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ia mengatakan, hasil daur ulang dari botol-botol bekas bisa menjadi produk-produk menarik seperti lampion, mobil-mobilan, tirai, tempat pensil, vas bunga, gelas anti KDRT, lampu berhenti merokok, lampion gantung, lampu kristal, kapal terbang, lampion duduk, bahkan dirinya akan membuat lampion duduk dengan jumlah botol 486 buah dengan tinggi 6 meter dalam rangka ultah DKI Jakarta yang ke-486.

Tak hanya itu, Bob juga akan membuat kendaraan masa depan menggunakan botol bekas seperti kereta yang bisa beroperasi di rel kereta maupun di jalan raya. "Ini kan konsep saya pakai botol bekas nanti yang riil-nya biar ada yang mikirin sendiri," katanya.

Bob menyebutkan, produk-produknya itu dibanderol di kisaran harga mulai Rp 35 ribu hingga Rp 2,5 juta. Bob juga menawarkan masyarakat untuk bisa langsung belajar membuat produk daur ulang botol bekas dengan mengikuti kelas daur ulang botol bekas dengan biaya Rp 50 ribu per orang minimal 10 orang

Sumber: http://m.detik.com/finance/read/2013/06/16/132439/2274791/68/

Jumat, 07 November 2014

Berkreasi dengan lilin!

Seperti judul post diatas, kali ini kita akan berkreasi dengan lilin! Tapi kita kenalan dulu yuk sama lilin. Lilin itu apa sih? Lilin adalah sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Nah, semuanya tentu sudah pernah melihat lilin kan?

Biasanya, lilin yang kita lihat di toko-toko adalah lilin yang berwarna putih dengan bentuknya yang ramping,

namun kita juga bisa mendapati lilin yang berwarna merah, hijau, biru dan warna lainnya dengan bentuk yang sama.


Bosan dengan bentuk lilin yang ramping? yuk simak cara berkreasi dengan lilin!

Sebelum kita simak bagaimana cara berkreasi dengan lilin, yuk kita simak terlebih dahulu apa saja sih bahan-bahan yang kita butuhkan?
 
Bahan-bahan :

  1. Lilin bekas atau baru (secukupnya)
  2. Krayon yang sudah tak terpakai
  3. Cetakan
  4. Sendok
  5. Kompor
  6. Panci

Cara membuat :

  1. Siapkan 1 lilin atau lebih (secukupnya) serta krayon warna yang kalian inginkan. Untuk warna lilin yang akan digunakan, kalian dapat menggunakan lilin berwarna putih ataupun lilin berwarna lain. Namun, jika tidak ingin repot-repot memberi pewarna pada lilin, kami sarankan untuk memilih lilin yang berwarna. Sedangkan krayon digunakan sebagai pewarna yang akan diberikan pada lilin.
  2. Nyalakan kompor dan letakkan panci diatas kompor.
  3. Masukkan lilin serta krayon yang telah disiapkan ke dalam panci, lalu tunggu sampai lilin meleleh dan jangan lupa untuk mengaduknya! agar lilin dengan krayon dapat menyatu dengan sempurna.
  4. Ketika lilin dan krayon sudah menyatu, segera matikan kompor agar panci tidak terbakar!
  5. Siapkan cetakan dengan sumbu di masing-masing cetakan.
  6. Tuang cairan lilin ke dalam cetakan dan tunggu beberapa menit hingga lilin kering dan siap untuk digunakan :D


TADAA!! Lilin siap digunakan!!


Dengan post kali ini, kita dapat belajar untuk menggunakan benda tak terpakai dan berkreasi dengan benda tersebut. Kita dapat menggunakan lilin serta krayon bekas untuk berkreasi dengan lilin, tidak perlu membeli lilin ataupun krayon baru. Sayangkan lilin dan krayon di rumah yang tak terpakai, daripada dibuang percuma lebih baik kita kreasikan! Selamat mencoba :D